<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aseco22&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://aseco22.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aseco22.wordpress.com</link>
	<description>Just For Football Lovers</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Feb 2010 03:31:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aseco22.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aseco22&#039;s Blog</title>
		<link>http://aseco22.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aseco22.wordpress.com/osd.xml" title="Aseco22&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aseco22.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ZAT ADITIF</title>
		<link>http://aseco22.wordpress.com/2010/02/28/zat-aditif/</link>
		<comments>http://aseco22.wordpress.com/2010/02/28/zat-aditif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 03:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aseco23</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aseco22.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan , baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi. Zat aditif diberikan untuk meningkatkan kualitas, menambah rasa, dan memantapkan kesegaran produk makanan. Keuntungan dari zat aditif makanan adalah membuat makanan menjadi tahan lama, mempertahankan nilai gizi, dan memperbaiki penampilan. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aseco22.wordpress.com&amp;blog=8733342&amp;post=53&amp;subd=aseco22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		A:link { so-language: zxx } --><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan , baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi. Zat aditif diberikan untuk meningkatkan kualitas, menambah rasa, dan memantapkan kesegaran produk makanan. Keuntungan dari zat aditif makanan adalah membuat makanan menjadi tahan lama, mempertahankan nilai gizi, dan memperbaiki penampilan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada awalnya, orang hanya menggunakan bahan aditif makanan yang alami, seperti gula, cabe, kunyit, dan merica. Akan tetapi, dengan berkembangnya industri makanan yang membutuhkan bahan dalam jumlah besar dan waktu penyimpanan yang lebih lama, orang mulai memproduksi dan menggunakan bahan sintesis.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berdasarkan fungsinya, zat aditif makanan dapat digolongkan ke dalam pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, anti oksidan, penambah gizi, pengemulsi, pengatur keasaman, pembentuk serat, anti kempal, pemutih atau pemucat, perenyah dan pengisi, pemantap, zat kering, pencegah buih, pengkilap/pelembab, dan pencegah lengket. Dalam hal ini akan dibahas beberapa diantaranya.</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>JENIS 	DAN FUNGSI ZAT ADITIF</strong></span></span></li>
</ul>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Bahan 	Pewarna</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampilan makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan mempunyai tujuan, diantaranya memberi kesan menarik, menyegarkan, menyetabilkan warna, dan menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan peyimpanan. Secara garis besar pewarna dibedakan menjadi pewarna alami dan pewarna buatan (sintesis).</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Pewarna 	Alami</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pewarna alami merupakan pewarna yang diperoleh dari bahan-bahan alami. Contoh pewarna alami adalah wortel menghasilkan warna jingga, daun suji menghasilkan warna hijau, kunyit menghasilkan warna kuning, karamel menghasilkan warna kuning kecoklatan, dan buah bit menghasilkan warna merah keunguan. Pewarna alami merupakan pewarna yang aman dikonsumsi tetapi memiliki kelemahan seperti warnanya tidak homogen dan ketersediaannya terbatas.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Pewarna 	Buatan</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pewarna buatan merupakan pewarna yang diperoleh dari hasil sintesis bahan-bahan kimia labotarium. Contoh pewarna buatan adalah tartrazin, kamoisin, biru berlian, fast green FCF, eritrosin, indigoting surest yellow FCF, dan ponceau 4R. Pewarna sintesis mempunyai kelebihan, yaitu warnanya homogen dan penggunaannya sangat efisien serta tersedia dalam berbagai warna. Tetapi, jika pewarna tersebut terkontaminasi logam berat, maka akan sangat berbahaya.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Bahan 	Pemanis</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Zat pemanis ditambahkan dalam makanan dengan tujuan mempertajam rasa manis. Zat pemanis alami dapat diperoleh dari gula pasir, gula merah, dan madu. Sedangkan zat pemanis buatan dapat diperoleh dari sakarin, siklamat, aspartam, dan sorbitol.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Bahan 	Pengawet</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bahan pengawet adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan makanan. Tujuan penambahan bahan pengawet ke dalam makanan yaitu unutuk menghambat pertumbuhan mikrobia sehingga makanan dapat bertahan lebih lama. Bahan pengawet dibedakan menjadi dua yaitu pengawet alami dan pengawet buatan. Contoh pengawet alami yaitu gula, garam dapur, asam jawa, cengkeh, kayu manis,dan asam cuka. Contoh pengawet buatan yaitu, asam benzoat, natrium benzoat, kalium benzoat, natrium nitrat, natrium nitrit, asam propionat, BHA, dan BHT. Pengawet yang dilarang digunakan yaitu formalin dan boraks.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Bahan 	Penyedap</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bahan penyedap merupakan salah satu bahan tambahan pangan  yang dapat memberikan, menambah, atau mempertegas cita rasa makanan. Seperti ketiga bahan aditif lainnya, bahan penyedap dibedakan menjadi penyedap alami dan buatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bahan penyedap alami diperoleh dari bahan-bahan alami. Bahan penyadap alami yang sering digunakan adalah biji pala, cengkeh, daun salam, sereh, kayu manis, lada, dan laos. Sedangkan penyedap buatan diperoleh dari sintesis bahan-bahan kimia di labotarium. Penyedap rasa yang umum digunakan adalah MSG (monosodium glutamat) atau vetsin.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penggunaan bahan aditif makanan buatan secara terus menerus akan berakibat buruk terhadap kesehatan. Dampak negatif zat aditif makanan terhadap kesehatan dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak negatif itu yakni menimbulkan alergi, menimbulkan kanker hati, kerusakan otak, gangguan saraf, menyebabkan kanker kantung kemih, menyebabkan kelainan kromosom, dan mempercepat proses penuaan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aseco22.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aseco22.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aseco22.wordpress.com&amp;blog=8733342&amp;post=53&amp;subd=aseco22&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aseco22.wordpress.com/2010/02/28/zat-aditif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb4b17f134be41a3aae0385557e75a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aseco23</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
