Oleh: aseco23 | Februari 28, 2010

ZAT ADITIF

Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan , baik yang mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi. Zat aditif diberikan untuk meningkatkan kualitas, menambah rasa, dan memantapkan kesegaran produk makanan. Keuntungan dari zat aditif makanan adalah membuat makanan menjadi tahan lama, mempertahankan nilai gizi, dan memperbaiki penampilan.

Pada awalnya, orang hanya menggunakan bahan aditif makanan yang alami, seperti gula, cabe, kunyit, dan merica. Akan tetapi, dengan berkembangnya industri makanan yang membutuhkan bahan dalam jumlah besar dan waktu penyimpanan yang lebih lama, orang mulai memproduksi dan menggunakan bahan sintesis.

Berdasarkan fungsinya, zat aditif makanan dapat digolongkan ke dalam pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, anti oksidan, penambah gizi, pengemulsi, pengatur keasaman, pembentuk serat, anti kempal, pemutih atau pemucat, perenyah dan pengisi, pemantap, zat kering, pencegah buih, pengkilap/pelembab, dan pencegah lengket. Dalam hal ini akan dibahas beberapa diantaranya.

  • JENIS DAN FUNGSI ZAT ADITIF
  1. Bahan Pewarna

Pewarna makanan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampilan makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan mempunyai tujuan, diantaranya memberi kesan menarik, menyegarkan, menyetabilkan warna, dan menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan peyimpanan. Secara garis besar pewarna dibedakan menjadi pewarna alami dan pewarna buatan (sintesis).

  1. Pewarna Alami

Pewarna alami merupakan pewarna yang diperoleh dari bahan-bahan alami. Contoh pewarna alami adalah wortel menghasilkan warna jingga, daun suji menghasilkan warna hijau, kunyit menghasilkan warna kuning, karamel menghasilkan warna kuning kecoklatan, dan buah bit menghasilkan warna merah keunguan. Pewarna alami merupakan pewarna yang aman dikonsumsi tetapi memiliki kelemahan seperti warnanya tidak homogen dan ketersediaannya terbatas.

  1. Pewarna Buatan

Pewarna buatan merupakan pewarna yang diperoleh dari hasil sintesis bahan-bahan kimia labotarium. Contoh pewarna buatan adalah tartrazin, kamoisin, biru berlian, fast green FCF, eritrosin, indigoting surest yellow FCF, dan ponceau 4R. Pewarna sintesis mempunyai kelebihan, yaitu warnanya homogen dan penggunaannya sangat efisien serta tersedia dalam berbagai warna. Tetapi, jika pewarna tersebut terkontaminasi logam berat, maka akan sangat berbahaya.

  1. Bahan Pemanis

Zat pemanis ditambahkan dalam makanan dengan tujuan mempertajam rasa manis. Zat pemanis alami dapat diperoleh dari gula pasir, gula merah, dan madu. Sedangkan zat pemanis buatan dapat diperoleh dari sakarin, siklamat, aspartam, dan sorbitol.

  1. Bahan Pengawet

Bahan pengawet adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan makanan. Tujuan penambahan bahan pengawet ke dalam makanan yaitu unutuk menghambat pertumbuhan mikrobia sehingga makanan dapat bertahan lebih lama. Bahan pengawet dibedakan menjadi dua yaitu pengawet alami dan pengawet buatan. Contoh pengawet alami yaitu gula, garam dapur, asam jawa, cengkeh, kayu manis,dan asam cuka. Contoh pengawet buatan yaitu, asam benzoat, natrium benzoat, kalium benzoat, natrium nitrat, natrium nitrit, asam propionat, BHA, dan BHT. Pengawet yang dilarang digunakan yaitu formalin dan boraks.

  1. Bahan Penyedap

Bahan penyedap merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang dapat memberikan, menambah, atau mempertegas cita rasa makanan. Seperti ketiga bahan aditif lainnya, bahan penyedap dibedakan menjadi penyedap alami dan buatan.

Bahan penyedap alami diperoleh dari bahan-bahan alami. Bahan penyadap alami yang sering digunakan adalah biji pala, cengkeh, daun salam, sereh, kayu manis, lada, dan laos. Sedangkan penyedap buatan diperoleh dari sintesis bahan-bahan kimia di labotarium. Penyedap rasa yang umum digunakan adalah MSG (monosodium glutamat) atau vetsin.

Penggunaan bahan aditif makanan buatan secara terus menerus akan berakibat buruk terhadap kesehatan. Dampak negatif zat aditif makanan terhadap kesehatan dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak negatif itu yakni menimbulkan alergi, menimbulkan kanker hati, kerusakan otak, gangguan saraf, menyebabkan kanker kantung kemih, menyebabkan kelainan kromosom, dan mempercepat proses penuaan.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.