Oleh: aseco23 | Agustus 22, 2009

Cristiano Ronaldo

thumb_153x114_395

Cristiano Ronaldo lahir pada 5 Februari 195 di Funchal, Portugal. Selama tahun 2007, Ronaldo tercatat sebagai pemain yang paling banyak melakukan tembakan di Premier League. Selama 12 bulan total dia melakukan 113 tendangan ke arah gawang. Cristiano Ronaldo termasuk pemain revolusioner yang memberi warna baru di sepak bola. Lihat saja olah bolanya. Meski posisi naturalnya gelandang sayap, bintang Manchester United ini mudah mencetak gol layaknya striker. MU menggaetnya dari Sporting Lisbon pada awal musim 2003-04 dengan tebusan 12,24 juta pounds (sekitar Rp221,291 miliar). Pemincunya MU baru saja beruji coba dengan Sporting. Di pesawat sekembali dari Portugal, sejumlah pemain MU yang terpesona kepadanya mendesak manajer Sir Alex Ferguson untuk merekrut Ronaldo. Keputusan Ferguson meluluskan permintaan para pemainnya tidak sia-sia. Di MU, Ronaldo berkembang menjadi pemain yang istimewa. Pada musim pertama dia sudah mengundang decak kagum. Salah satunya karena mencetak satu dari tiga gol MU di final Piala FA melawan Milwall. Musim 2004-05, Ronaldo makin berkembang. Permainannya lebih efektif. Ronaldo tidak lagi gemar pamer olah bola yang atraktif belaka. Ini mengantarnya mendapatkan penghargaan FIFPro Special Young Player of the Year 2005. Koleksi gelarnya bertambah lagi di musim 2005-06. Ronaldo mengantar MU meraih gelar juara Piala Liga Inggris, setelah mengalahkan Wigan Athletic 4-0. Lagi-lagi Ronaldo menyumbang satu gol di partai final. Menjelang musim 2006-07, Piala Dunia 2006 bergulir. Di ajang tersebut, Ronaldo menjadi sorotan karena dianggap memperovokasi wasit untuk mengeluarkan rekan setimnya, Wayne Rooney dalam partai Inggris versus Portugal. Kejadian ini sempat membuat Ronaldo dicemooh fans dan dikabarkan akan pindah dari MU. Kenyataan yang terjadi bertolak belakang. Ronaldo bertahan di MU, meski mendapat tekanan besar. Hebatnya dia membuktikan dirinya bintang sejati. Begitu tertekan, penampilannya melonjak drastis. Ronaldo berkembang menjadi pemain produktif. Faktanya, 17 gol dicetaknya di musim 2006-07. Gol-gol itu berperan besar mengantar MU menjuarai Premier League. Namun Ronaldo tidak mau berhenti. Di musim 2007-08, dia kembali memperlihatkan dirinya mampu tampil lebih baik. Terbukti jumlah golnya di Premier League di musim lalu sudah terlampaui. Jika terus seperti ini, tidak aneh jika suatu saat Ronaldo akan menjadi pemain terbaik di dunia.

Oleh: aseco23 | Agustus 9, 2009

Lionel Messi

messiLionel Andrés Messi (lahir di Rosario, 24 Juni 1987) adalah seorang pemain sepak bola asal Argentina. Posisinya adalah penyerang. Saat ini ia memperkuat FC Barcelona di La Liga (Liga Spanyol). Kemampuannya sering membuatnya dijuluki sebagai “Diego Maradona baru”.

Pada awalnya pemain bertinggi badan 169 cm ini beraksi di klub Grandoli, klub asuhan Jorge Messi yang tak lain adalah ayahnya Messi. Kemudian ia beralih ke Newell’s Old Boys. Namun klub ini tidak sanggup membayar biaya terapi hormon yang mencapai 500.000 pounds perbulannya. Untunglah Barcelona segera menangkap potensi hebat Leo Messi dan menawarinya pindah ke Spanyol untuk bergabung bersama klub Katalan ini plus membiayai seluruh biaya terapi.

“Saya hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk yakin bahwa dia memang seorang bintang masa depan.” ucap pelatih Barcelona B kala itu, Carles Rexach. “Sepanjang karir saya selama 40 tahun, tak pernah saya melihat seorang pemain yang benar-benar bertalenta. seseorang dengan pengetahuan sepak bola minim pun akan bisa menyadari kemampuan hebat messi.”

Bakatnya menarik perhatian dunia sewaktu beraksi bersama tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia Remaja dan Barcelona pada tahun 2005. Pada tahun 2006 dia berhasil membantu Barcelona sebelum mengalami cedera dalam perlawanan perempatfinal menentang Chelsea di Liga Champions. Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol.

Oleh: aseco23 | Agustus 9, 2009

John Terry

400x400_JohnTerryNew3John Terry (lahir di Barking, Inggris, 7 Desember 1980) menjadi pemain pertama di timnas senior Inggris yang mencetak gol di Stadion New Wembley, saat bermain imbang 1-1 melawan Brasil, 1 Juli 2007.

Jika dicari siapa pemain produk asli Chelsea yang paling menonjol sejauh ini, mungkin semua sepakat menyebut nama John Terry. Defender berusia 27 tahun ini memang telah menjadi figur sentral kesuksesan Chelsea dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, Terry merupakan sosok yang tak tergantikan di lini belakang The Blues. Sebanyak enam trofi telah dikoleksinya semenjak menjabat sebagai kapten tim sepeninggal bek asal Perancis, Marcel Desailly.

Sejauh ini puncak prestasi Terry adalah ketika membawa Chelsea meraih double winners di musim 2004-05. Gelar juara Premier League dan Piala Liga berhasil disandingkannya dengan gelar pribadi PFA Player of the Year dan Defender terbaik Liga Champions di musim yang sama.

Tepat di usia 14 tahun, Terry kecil bergabung bersama akademi sepak bola Chelsea. Di sinilah Terry sempat mengalami transformasi posisi dari gelandang hingga menjadi seorang defender sampai sekarang.

Pada 1998, Terry mendapatkan kontrak profesional pertamanya di Chelsea. Tanpa harus menunggu lama tepatnya 28 Oktober 1998, pemuda kelahiran Barking, London Timur, 7 Desember 1980 ini, langsung berkesempatan melakoni debutnya di tim senior saat melawan Aston Villa di ajang Premier League.

Namun di usianya yang masih 18 tahun, Terry belum mendapat kesempatan banyak dari The Blues untuk menunjukkan bakat bermainnya. Imbasnya, Terry dipinjamkan ke Nottingham Forest selama satu musim.

Sekembalinya ke Stamford Bridge pada musim 2000-01, kesempatan untuk Terry mulai datang. Dia mampu bermain sebanyak 23 penampilan sepanjang musim, hingga terpilih sebagai pemain terbaik di Chelsea pada akhir musim.

Perkembangan karier Terry kian berlanjut. Pada musim berikutnya kala dirinya dipercaya mendampingi Desailly di jantung pertahanan. Sepanjang musim Terry mampu mengkoleksi 33 penampilan dengan koleksi sebiji gol. Di tahun ini juga Terry pertama kali mengenakan ban kapten di lengannya, ketika menggantikan Desailly yang tidak tampil saat melawan Charlton Athletic, 5 Desember 2001.

Mulai musim 2003-04. Terry lebih sering menjabat sebagai kapten seiring Desailly yang hampir sepanjang musim absen karena cedera. Bersama tandem barunya kala itu, William Galas, Terry mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai tembok tangguh dijantung pertahanan The Blues di era pelatih Claudio Ranieri.

Di musim 2004-05 beberapa perubahan besar terjadi di kubu Chelsea. Pelatih Claudio Ranieri digantikan oleh Jose Mourinho, sementara kapten Marcel Desailly resmi keluar dari Stamford Bridge. Di tahun inilah Terry mulai muncul sebagai andalan utama di jantung pertahanan The Blues. Jabatan kapten resmi diembannya sebagai suksesor Desailly. Sementara, di akhir musim, gelar juara Premier League pertamanya berhasil diraih bersamaan dengan gelar Piala Liga.

Berbagai kesuksesan mulai diraih Terry di musim ini. Selain dua gelar tersebut, Terry juga meraih gelar pribadi yaitu PFA Player of the Year dan Defender terbaik Liga Champions di musim yang sama. Trofi Premier League pun mampu dipertahankannya di musim berikutnya, sayang tidak dengan trofi Piala Liga.

Di tahun 2006, Terry sempat mengalami beberapa kejadian unik selama kariernya di Chelsea. 14 Oktober 2006, untuk kali pertama Terry bermain di posisi penjaga gawang akibat Petr Cech dan Carlo Cudicini cedera saat laga. Pada 5 November 2006, untuk pertama kali Terry di usir wasit dari dalam lapangan. Saat itu, Terry mendapatkan dua kartu kuning dari wasit Graham Poll, hingga mendapat kartu merah pertamanya selama berseragam The Blues.

Meski telah memperoleh banyak gelar, namun masih ada satu impian yang belum dicapai Terry bersama Chelsea, yaitu gelar juara Liga Champions. Musim 2007-08 lalu, mereka hampir memperolehnya setelah mampu melaju ke final untuk menantang Manchester United. Sayang kegagalan Terry dalam mengeksekusi penalti membuatnya harus melupakan gelar impiannya itu.
Namun, perjalanan Terry bersama The Blues masih cukup panjang. Di usianya yang masih 27 tahun, Terry masih memiliki waktu untuk mewujudkan impiannya.

Oleh: aseco23 | Agustus 9, 2009

Casillas

imagesIker Casillas Fernández (lahir di Móstoles, Madrid, Spanyol, 20 Mei 1981) adalah seorang penjaga gawang asal Spanyol. Dia adalah kiper pilihan utama Real Madrid dan timnas Spanyol. Casillas memulai karirnya di klub sepak bola kota kelahirannya, dan bergabung pada usia 8 tahun. Ia juga bagian dari timnas remaja Spanyol dan memenangkan kejuaraan UEFA-CAF Meridian Cup, FIFA World Youth Championship pada tahun 1999 dan Euro cup 2008 . Pria setinggi 185 cm ini datang di Real Madrid pada La Liga musim 1999/2000 sampai kini

Oleh: aseco23 | Juli 26, 2009

Biografi Kaka

kakaRicardo Izecson dos Santos Leite (lahir 22 April 1982 di

Brasília),

lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain

bolasepak Brasil yang kini menyertai Kelab AC Milan

(bergabung tahun 2003; sebelumnya pada 2001-2003 di São

Paulo). Kaká umumnya bermain di posisi serangan ataupun

penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik

serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186

cm.

Kaká berkahwin dengan Caroline Celico pada 23 Desember

2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.

Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada 22 April 1982,

dia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos

Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká

mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai

Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Itali.

Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya,

Portuguese, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan

penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan

aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama “Ricardo”

di Brazil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama

panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak pandai

menyebut “Ricardo” ketika mereka masih kecil. Rodrigo

memanggil abangnya “Caca” yang kemudian berganti menjadi

“Kaká”.

Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká

mengalami ancaman pada kariernya dan kemungkinan patah

tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat

kemalangan di kolam renang. Hal yang terburuk tidak

terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia

bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat

itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya.

1. Karier

1.2 Karier Kelab

Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia

15 tahun dan memimpin pasukan junior pada kemenangan

Copa de Juvenil’. Ia memulai debutnya di São Paulo FC

tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim

Page 1 of 5 on Monday, January 05 2009 @ 20:33:50 MYT.

pertama, dia menyumbat 12 gol dalam 27 perlawanan dan 10

gol dalam 22 perlawanan di musim berikut. Pada usia 17

tahun, ketika ia masih dalam pasukan junior, Sao Paulo

berniat menjual Kaká ke pasukan dari Liga division 1

Turki, Gaziantepspor. Transaksi tidak terjadi, kerana

pengurus Gaziantepspor, Nurullah Sağlam menolak

untuk membayar $1.5 juta untuk pemuda 17 tahun itu.

Setelah menyertai dengan pasukan senior São Paulo FC,

penampilan Kaká berjaya menarik perhatian kelab-kelab di

Eropah.

Dia menyertai AC Milan dengan bayaran US $8.5 juta,

jumlah yang dianggap ‘sedikit’ oleh pemilik kelab Silvio

Berlusconi. Dalam sebulan, dia telah menyertai pasukan

utama dan sejak saat itulah ianya menjadi permulaan pada

kariernya. Kemunculannyanya di Serie A adalah ketika

Milan bertandang menentang Ancona dengan kemenangan 2-0.

Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 perlawanan pada musim

itu, AC Milan memenangi Italian Serie A Championship dan

European Super Cup.

Kaká adalah bahagian inti dari lima orang pemain tengah

pada musim 2004-2005, biasa bermain dalam withdrawn role

dibelakang striker Andriy Shevchenko. Dia menyumbat 7

gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangi

Italian Super Cup bersama dengan klubnya. Milan meraih

posisi kedua setelah Juventus di Seri A dan dalam partai

final dengan Liverpool pada adu penalti di UEFA

Champions League.

Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah

ketika melawan Fenerbahçe SK di perlawanan pertama AC

Milan dalam 2005-06 Champions League, menentang

Rossoneri dan menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan

dengan Diego Maradona kerana Kaká memulai lariannya dari

tengah lapangan dan melewati tiga tackling sebelum

memasuki kawasan penalti dan menyelesaikannya dengan

shot rendah di bawah penjaga gol Fenerbahçe, Volkan

Demirel.

Pada 9 April 2006, ia membuat hat-trick pertamanya dalam

pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya

dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid

menunjukkan minat pada bintang 24 tahun ini, tetapi

Milan dan Kaká menolak. Kaká telah menandatangani

kontrak dengan Milan hingga 2011.

Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan

UEFA Champions League setelah Kaká membuat hat-trick

Page 2 of 5 on Monday, January 05 2009 @ 20:33:50 MYT.

yang membantu teamnya menang 4-1 melawan RSC Anderlecht.

Ini adalah hat-trick keduanya di Milan dan hat-trick

pertamanya di peringkat Eropah.

1.3. Karier antarabangsa

Kaká melakukan debut antarabangsanya pada bulan Januari

2002 dalam perlawanan menentang Bolivia. Dia adalah

bahagian dari pasukan negara yang menang pada Piala

Dunia 2002 tetapi aksinya tidak terlalu kelihatan kerana

hanya bermain 19 minit di babak pertama menentang Costa

Rica. Pada tahun 2003, dia menjadi ketua pasukan dalam

Tournament Gold Cup di AS dan Mexico, memimpin Brazil ke

tangga kedua dan membuat gol yang menentukan dalam

perlawanan menentang Colombia. Setelah itu, dia beraksi

di Confederation Cup 2005, dengan Kaká mencipta gol

kemenangan dalam perlawanan akhir menentang Argentina.

Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam undian

penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004.

Pada pemilihan tahun 2005, dia naik dua peringkat lebih

tinggi. Terakhir, ia membantu Brazil dalam penyertaan

pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai

pemain dan dianggap sebagai salah satu pemain bolasepak

terbaik dari Brazil. Dia mencatatkan gol pertama Brazil

di Piala Dunia 2006 pada perlawanan menentang Croatia

pada 13 Jun 2006. Pada 3 September 2006 dia

menyumbangkan salah satu gol tercantik untuk pasukan

Brazil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol

kepada pemain yang baru masuk, Elano. Kaká mendapat bola

dari pantulan corner kick Argentina, dan mengambil bola

dari ¾ lapangan lalu menyumbat gol. Pada 15 November

2006, Kaká dipilih sebagai ketua pasukan Brazil dalam

perlawanan persahabatan menentang Switzerland kerana

ketiadaan ketua pasukan Brazil sebelumnya, Lucio

disebabkan oleh kecederaan.

1.4. Piala Dunia 2006

Pada pertandingan pertama Brazil dalam Kumpulan F, Kaká

menyumbat gol di minit ke-44 saat melawan Croatia.

Sepakan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brazil

meraih kemenangan 1-0. Media menganggap Kaká sebagai

satu-satunya anggota dari “magic quintet” – Adriano,

Kaká, Ronaldo, Robinho dan Ronaldinho –yang dihasilkan

dalam perlawanan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia

mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan

kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol sehingga

Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di

Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan

Page 3 of 5 on Monday, January 05 2009 @ 20:33:50 MYT.

peluang ke perlawanan selanjutnya dan Brazil dikalahkan

oleh Perancis di quarter final.

Kehidupan peribadi

Kaká berkahwin dengan Caroline Celico di Gereja pada 23

Desember 2005, dua tahun setelah perpindahan Kaká dari

Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli

1987, anak dari Rosangela Lyra, direktor Dior di Brazil

dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká

bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi

seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo

Football Club. Perkahwinannya dihadiri 600 orang,

termasuk rakan-rakannya: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida,

Júlio Baptista dan juga pengurus Brazil, Carlos Alberto

Parreira.

Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat.

Dia dikenali suka memakai Christian gear dari dulu: dia

pernah memakai T-shirt dengan tulisan “I Belong to

Jesus” dalam beberapa pertandingan, seperti saat

meraikan kemenangan Brazil di Piala Dunia 2002, dan

perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan

kasut yang ditambah dengan tulisan pada lidah kasutnya.

Tiap kali ia menyumbat gol dia menunjuk dengan

jari-jarinya ke langit sebagai tanda terima kasihnya

kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang

pemain bolasepak yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia

masih teruna ketika dia kahwin.(hehehe)

Anda perlu tahu bahwa tidak seperti kebanyakan pemain

bolasepak yang lain, minuman yang disukai Kakà hanyalah

air kosong dimana kebanyakan pemain lebih suka minum

minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau

pernah diejek rakan-rakannya, dia tetap berpegang pada

pendiriannya sehingga akhirnya dihormati teman-temannya,

kesukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan

pemain yang lain. Dia sangat mengidolakan penyanyi

gospel Brazil, Aline Baros. Hal ini pulalah yang dulu

membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat

dekat, Shevchenko juga seorang peribadi religious

sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun

hubungan itu telah terputus setelah Shevchenko pindah ke

Chelsea musim ini, tetapi Kakà masih berhubung dengan

Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang

melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka

berdoa, bahkan ia sering mengajak rakan-rakannya turut

berdoa. Kakà termasuk seorang yang menggilai kereta

Ferarri, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan.

Kategori